Boit's Blog

life is real

Tag: band

Suatu Malam di Kanal HQ

Main ke Jatinangor lagi akhirnya, karena diundang oleh Kongsi Meraki di markasnya mereka, Kanal HQ buat ngobrol bareng Musicomerch yang lagi launching webnya mereka.

Surprisingly fun. Selain tempatnya nggak neko-neko karena dibangun oleh kecintaan mereka sama musik dan juga lingkungan, nggak nyangka juga di Jatinangor ada tempat yang begitu hangat dan menyenangkan. Malah jadi ngiri. Haha.

Sebelum ngobrol ada band-band-an, seudah ngobrol juga masih ada band-band-an. Ngobrolnya? Kalo dari gw sih berbagi tentang omu dan tentunya berharap semoga semua maju biar si Omu makin banyak temennya. Semoga ada manfaatnya kehadiran si gw yang disebut teteh indie ama aa vokalis Geliat.

Semoga semua panjang umur!

Love The Band, Respect The Crew

Kata-kata itu pertama kali saya dengar  dari seorang merchandiser band yang populer lewat twitter dengan nama  @themerchdude. Dari dia, saya mengetahui banyak hal tentang bagaimana caranya menjadi merchandiser sebuah band. Tentang tanggung jawab seorang merchandiser yang harus tahu berapa banyak barang yang harus dipersiapkan ketika band hendak tur. Bagaimana dia harus bernegosiasi dengan venue tempat manggung band, bagaimana dia menghadapi para penonton yang hendak membeli merchandise band yang dia ikuti turnya juga proses yang dia lihat dan dia alami sepanjang dia berinteraksi dengan fans dan band sampai akhirnya dia menciptakan slogan “Love The Band, Respect The Crew”.

Jika tidak akrab dengan istilah merchandiser yang mungkin bukan sebuah profesi yang umum di sini, mari kita perjelas. Merchandiser adalah orang yang bertanggung  jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan produksi sampai penjualan merchandise sebuah band.

Scene musik Indonesia belum terlalu akrab dengan istilah ini karena memang tidak semua band punya  divisi merchandise atau tidak semua band punya keberuntungan untuk tur dan harus produksi merchandise dalam jumlah banyak. Soal bagaimana caranya menjadi merchandiser, mari kita bahas di postingan lain. Kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana seorang merchandiser bisa menciptakan slogan itu tadi, mencintai band dan menghormati kru.

Read More

Band itu Butuh Penggemar, Bukan Butuh “Teman”

Ungkapan itu tercetus saat saya sedang berdiskusi dengan seorang teman tentang gogon, gosip-gosip undergound, situasi industri musik indie dibanyak kota dan tentu saja situasi Bandung sebagai tempat tinggal kami berdua. Ungkapannya muncul karena di banyak tempat kadang justru teman adalah yang terdepan minta gratisan.

Ketika tahu temannya baru rilis album atau merchandise, yang pertama ditanyakan adalah bisa meureun, jatah urang mana euy? Bisa kali minta albumnya. Pun jika membuat konser terutama konser lokal, bisa jadi teman yang justru sama-sama mencari uang dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari ini menjadi seseorang yang gencar meminta jatah tiket masuk gratis sementara yang didengungkan adalah support your local music, support your local movement. Masbro, Mbaksis, kok bisa ya situ nyuruh support your local movement tapi situ gak dukung local movement temannya?

Read More

Untuk Band

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén