Boit's Blog

life is real

Category: Omuniuum

Acamp – Soundrenaline 2018

View this post on Instagram

3 malam untuk (dikenang) selamanya. Terima kasih @ruangrupa @siasatpartikelir @rururadio untuk kesempatannya juga tentunya buat @the_commonpeople @ardy_siji @alek.kowalski @rendra86 wan alehandro @aleantipony @oomleo dan semua orang yang saking banyaknya susah buat diabsen, maacih! Kali pertama buat gw mengikuti semua keseruan dan keriaan #soundrenaline2018 dan #acampsoundrenaline2018 berjumpa dengan banyak teman antar kota antar provinsi, lintas generasi, berjejaring, bicara banyak hal, nonton banyak sekali band dan olahraga naik turun bukit tebing batu gwk, tidur di tenda super nyaman dan parti super seru diakhiri ceramah kesenian dari @erwindupranata. Sungguh pengalaman festival yang masuk dalam laci memori seumur hidup. Next keriaan, super super super please! 🖤 Ini sedikit foto yang tersimpan di hape. Foto terakhir udah ga bisa di tag, mention aja kali ya @jinpanji piss love dan salam olahraga! ✌🏻 #hidupadalahkonser #catatansiboit #banyaktemanbanyakrejeki #musikmemangmenyatukansegalanya

A post shared by Iit Boit (@boit3) on

Acamp – Soundrenaline 2018

Ma, Anaknya Masuk Koran!

Koran Cetak Pikiran Rakyat, Minggu, 22 April 2018. Wawancara oleh: Windy Pramudya.

Untuk Kru

View this post on Instagram

Pernah berpikir kenapa produksi live band bisa bagus? Pemain band keluar pada waktu yang tepat di panggung, sound terdengar megah, lampu terlihat ciamik, visual oke banget. Itu bukan sulap, bos. Ada orang-orang yang bekerja keras dibalik bagusnya panggung sebuah band atau pertunjukan. Mereka-mereka yang bertanggung jawab di area FOH atau front of house, tempat kontrol produksi tata suara dan lain sebagainya yang mendukung pertunjukan live. Jangan pernah sepelekan orang-orang yang ada dibelakang meja di FOH. Bekerja samalah dengan baik dengan mereka. Kalo kamu belagu, jangan salahin kerjaannya jadi berantakan trus produksi tata suara jadi jauh dari bagus. Meminjam istilah dari negeri seberang, #lovethebandrespectthecrew #cintaibandhargaikru Foto diambil kemarin, ini adalah sound engineer dan lighting operator dari tim @bottlesmoker, @gamamonti dan @zems_mubarok. Yang diujung sana kemungkinan bertanggung jawab atas engga tau apaan tapi pasti penting. Maap, admin belum kenalan. ☺️

A post shared by omuniuum o (@omuniuum) on

Untuk Band

Perempuan Dibalik Toko Buku, Musik dan Merchandise, Omuniuum.

Wawancara oleh Anto Arief  – Pop Hari ini

Perempuan Dibalik Toko Buku, Musik dan Merchandise, Omuniuum.

Berdiri di Bandung dari tahun 2007. Awalnya Omuniuum hanya menjual buku hingga lama-kelamaan menjual segala sesuatu yang berhubungan dengan musik seperti  CD, kaos, vinyl dan pernak perniknya. Omuniuum kemudian juga merambah menjadi bisnis online dan menjadi salah satu toko buku dan titik distribusi terbesar musik independen lokal dengan jangkauan distribusi paling luas hingga ke pelosok Indonesia bahkan luar negeri. Dibalik Omunium ada sosok pecinta buku dan musik terutama musik metal, Boit. Perempuan yang mendirikan Omuniuum 10 tahun yang lalu ini kemudian menjalankan bisnis ini bersama dengan suaminya di sela-sela mengasuh dua orang putrinya. Simak obrolan Pop Hari Ini dengan Boit dan silahkan kunjungi website Omuniuum di sini

 

Read More

The Future Folk Interview: Omuniuum

Oleh: Felix Dass

Di Sudirman Central Business District, Jakarta Selatan, saya bertemu Iit Sukmiati dan Stafianto Trie Juniantoro, dua orang pemilik Omuniuum. Turut bergabung dalam perbincangan, berbagi meja dan dipaksa diam, Adi Adriandi, teman baik kami yang kebetulan memang sedang berada di Jakarta. Iit, dijadwalkan menjadi pembicara di At America, pusat kebudayaan yang masuknya super ribet di salah satu gedung pusat perbelanjaan di kawasan itu. Jakarta sudah sore. Sebelum mewawancarai mereka, perlu waktu lama untuk menyakinkan. “Emang apa lagi sih yang mau elo tahu dari gue?” tanya Iit. Pertanyaan sok iye yang standar tapi sebenarnya retoris.

Kami sering berbicara bisnis. Duo Iit dan Trie punya sumbangsih yang luar biasa pada perkembangan industri musik independen. Mereka adalah retailer yang membantu banyak orang mendistribusikan karya langsung kepada penggemar. Dan kisah mereka, terlampau sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Selamat membaca. Kalau ingin tahu lebih jauh, silakan langsung datang ke toko mereka di Jalan Ciumbuleuit, Bandung. Mereka biasanya ada di toko mulai pukul empat sore. Oh, dan for the record, tidak mudah membuat Trie berbicara panjang lebar tentang bisnisnya. Rasanya, lebih mudah mengobrol tentang perkembangan industri pornografi atau pengunduhan ilegal.

Tahun 2016 ini Omuniuum sudah berapa sih usianya?

Boit (B): Di Ciumbuleuit berarti tahun ke sembilan.

Tahun ke sembilan, sudah berdikari? Elo mulai merasakan kesuksesan finansial tuh di tahun ke berapa?

B: Kesuksesan finansial, turn overnya sih kalau buat gue 2012.

 

Itu berarti empat tahun yang lalu?

B: Iya. Jadi 2012 itu ketika awalnya Komunal pas nitip CD Gemuruh Rock Pertiwi yang pengennya cuma di Omuniuum doang. Meskipun sebetulnya kita yang, “Bener nih?” Tapi band-nya yang mau, kitanya yang malah, “Eh beneran nih serius?”Begitu beneran dijalanin terus kayak kaget sendiri sama hasilnya.

Nah itu berapa sih? Empat ratus? Eh berapa ratus copy sih?

B: Berapa? Berapa ya mas? Lima ratus, ya? Lima ratus dalam sebulan. Bikinnya mah seribu.

Tapi akhirnya semua abis juga kan? Semuanya lewat Omuniuum?

B: Enggak semuanya. Sebulan pertama cuma di Omuniuum aja. ​

Trie (T): Iya. Karena dia blablabla ke Pekanbaru yang sama ke tokonya temen atau apa gitu kan. Jadi suka ngirim sepuluh atau dua puluh gitu. Sisanya mah terserah.

Read More

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén