Boit's Blog

life is real

Category: Kehidupan

Tiana, Ketika Tiga Tahun

Jadi kemarin, ketika fitur tanya bertanya muncul di instagram, ada salah satu teman yang bertanya tentang resep kami menjadi orang tua yang rock n roll. Ketika saya bertanya tentang definisi rock n roll, ternyata salah satunya tentang bagaimana kami tidak malu dengan kelakuan Tiana yang “petakilan” di muka umum. Saya sebetulnya ingin tertawa mendengar pertanyaannya. Selain saya merasa bahwa cara saya dan partner saya #3 tidaklah sebegitu rock n roll-nya, malunya sebelah mana? Tiana tidak pernah mengganggu anak lain ketika dia tidak bisa diam. Dia juga tidak merugikan dan merusak properti orang. Dia anak yang aktif dengan energi dan juga rasa ingin tahu yang besar. Mungkin kesalahan terbesar kami adalah membuat dia percaya bahwa dunia itu tempat bermain yang sangat besar dan isinya adalah orang-orang yang dia bisa percaya.

Anak butuh rasa aman. Rasa percaya. Rasa bahwa dia bukanlah raja yang keinginannya selalu bisa dikabulkan tetapi manusia biasa yang butuh bantuan sesama. Bersama Bunga dan terutama Tiana, saya dan #3 kembali belajar tumbuh tanpa rasa curiga terhadap orang lain.

Read More

Merayakan Hidup

Teroris Jancuk!

View this post on Instagram

Dari sejak peristiwa bom bunuh diri terjadi, saya bolak-balik bilang ini rasanya tidak masuk akal. Ibu macam apa yang justru pada hari ibu internasional mengajak anak-anaknya bunuh diri dengan bom dan mencelakakan orang lain? Jawabannya ternyata: yang percaya bahwa dalam agama ada jalan singkat menuju surga. Teroris itu punya agama. Di sini, agama mereka, Islam. Islam yang sama dengan yang kita anut tapi dengan distorsi ajaran yang sudah begitu dalam dan jauh meruntuhkan islam yang rahmatan lil alamin, yang penuh kasih sayang. Siapa yang membuatnya begitu? Kita. Yang dengan mudah memaki orang lain. Dengan mudah menghakimi orang yang berbeda, yang dengan mudah mengkafirkan kaum yang berbeda. Yang membicarakan keburukan orang lain dan dengki pada keberhasilan. Yang tidak pernah protes dan kritis pada ajaran yang salah yang disebarkan oleh ustadz karena ya itu ustadz. Yang acuh dan abai pada susah orang lain karena itu urusan mereka yang penting bukan masalah kita. Yang selalu silau pada surga. Yang lupa bahwa selain mengikuti ajaran agama dan berhubungan dengan-Nya, ada hubungan dengan manusia dan alam yang harus dipelihara. Habluminallah, habluminannas, habluminalalam. Dengan mengatakan bahwa teroris tidak punya agama, sama saja dengan mengakui bahwa kita tidak punya masalah, mencuci tangan dari kesalahan kita sendiri. Bagaimana kita bisa tahu apa obatnya tanpa tahu penyakit apa yang kita derita? #catatansiboit #fakyuteroris #kaloideologiterorisdibiarkanyangmatikitajuga #sedihnyagakkelarkelar Foto pinjam pakai dari situs berita Kumparan.

A post shared by Iit Boit (@boit3) on

Yu Me No Machine

Tulisan ini dibuat atas permintaan Evan dan Attina ketika mereka hendak berpameran. Rencananya mau dimuat di zine pengantar pameran. Tapi tampaknya zinenya tak jadi.

Yu Me No Machine
sebuah pengantar personal untuk kisah #robotmenikah

Dari awal bertemu Evan dan Attina, saya sudah yakin kalau satu saat mereka akan menikah, tapi kapan, di mana dan bagaimana mereka menikah, baru terjawab tanggal 16 Januari yang lalu. Lengkap dengan segala pernak-pernik yang disukai oleh mereka berdua, dengan suasana yang dibangun sedemikian rupa, sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan berdua.

2007. Ketemu Evan dan Attina di Djamoe cap IKIP 3. Gara-gara naksir barang-barang Recycle Experience. Minta mereka buat titip barang di Omu. Dari situ saya kemudian tahu bahwa mereka punya dua label. Mannequin Plastique untuk aksesoris dan pernak-perniknya lalu Recycle Experience untuk proyek seni daur ulang barang-barang “lost and found” untuk menjadi toys art.

2008. Banyak ikut acara buat buka lapak termasuk Kickfest Gasibu. Yang paling memorable waktu ikut pameran di Unpar, pada saat penutupan pameran, karya Evan dan Attina rusak tidak karuan karena dipindahkan secara terburu-buru. Ketua panitia pameran yang sekarang menjadi biduan lelaki terkenal sempat diomeli panjang pendek oleh kami (saya, evan, attina dan mas trie).

Read More

Tentang HIV Positif

Siang hari ini, di sela-sela rutinitas harian membaca linimasa di twitter, saya dikejutkan oleh linimasa @fajarjasmin yang bercerita tentang anaknya yang tiba-tiba tidak bisa masuk SD karena dia, ayahnya adalah seorang pengidap HIV. Padahal sebelumnya anaknya sudah di terima di SD tersebut. Tadinya, dengan niat baik, mereka memberitahu pihak sekolah kalau ayahnya punya penyakit HIV untuk mencegah anak-anak lain mem-bully atau mencelanya. Niat baiknya berakhir buruk. Penerimaannya di cabut. 🙁

Saya jadi ingat almarhum teman laki-laki saya, dulu sekitar tahun 2007-2008 dia sempat bekerja di Omuniuum juga. Tak ada yang luar biasa dari dia kecuali piercing dan tatonya yang memang banyak. Anaknya riang. Penuh semangat. Tak ada yang aneh. Setelah beberapa waktu, tiba-tiba dia mengajak saya dan #3 partner saya ngobrol serius.

Read More

I Know Her Since I Was 5

satu tk. satu sd. sahabat dekat dia ketika smp adalah sahabat dekat saya ketika sma jadi pas sma, kami main bareng lagi, lalu ternyata kami dipertemukan lagi di bangku kuliah meski beda jurusan. selesai kuliah, setelah sempat jeda karena kesibukan masing-masing dan dia tampak menganggur, saya ngajak dia kerja bareng, tahun 2006 sampai tadi pagi, 20 agustus 2009 jam 3 subuh ketika sebuah dering telepon mengabarkan kalau salah satu teman terbaik saya yang baru saja saya tengok di rs hasan sadikin sekitar setengah jam sebelumnya telah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Read More

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén