Boit's Blog

life is real

Category: Arsip Page 1 of 2

Mr. Sonjaya: Cukuplah

Abis diminta bantuan buat nulis pers rilis singlenya Mr. Sonjaya yang baru, Cukuplah..

Mr. Sonjaya: Cukuplah

Kelompok musik folk dari Bandung, Mr. Sonjaya merilis single sebagai bagian dari album baru yang menurut rencana akan rilis sebelum tahun 2018 ini berakhir.

Tembang tersebut diberi judul “Cukuplah”. Berkisah tentang kekuatan cinta abadi dari sosok ibu yang meski tak selalu hadir nyata dan ada, tapi selalu menjadi kekuatan yang selalu hadir dalam titah-titah lembut imajinasi kepala. Tentang kehilangan yang bisa terjadi pada siapa saja, kemunduran mental yang terjadi ketika merasa kalah.

Read More

Ma, Anaknya Masuk Koran!

Koran Cetak Pikiran Rakyat, Minggu, 22 April 2018. Wawancara oleh: Windy Pramudya.

Bersama-sama Kita Menuju Semesta

Tugas saya di Limunas adalah menulis pengantar dan mengelola sosial media Limunas tulisan ini saya buat ketika Limunas mengundang Melancholic Bitch dan Teman Sebangku menjadi pengisi acara Limunas IV pada bulan Mei 2013.

Pers Rilis

Bersama-sama Kita Menuju Semesta

Nama konser menuju semesta dipilih karena tema perjalanan cukup menjadi bagian penting dari tema musik Melancholic Bitch, baik itu di album perdana mereka, Anamnesis (yang sekarang dirilis ulang sebagai Re-Anamnesis) maupun “album cinta pesisir” Balada Joni dan Susi.

Terakhir tampil di Bandung pada tahun 2000, itupun hanya muncul sebagai pengiring performance art salah satu penampil di pasar seni ITB, tampaknya sudah saatnya mereka diculik untuk mempunyai panggung sendiri di Bandung.

Mengapa perlu menunggu selama lebih dari tiga belas tahun untuk tampil di Bandung? Pertanyaan itu terjawab jika tahu keseharian dari para personil Melancholic Bitch. Sudah sejak lama band ini dikenal dengan kesibukan masing-masing personilnya. Ugoran Prasad, vokalisnya, sibuk bolak balik menimba ilmu ke luar negeri selain tentunya bekerja sebagai pengarang, peneliti pertunjukan dan belakangan juga menjadi direktur program Teater Garasi. Yosef Herman Susilo, sang gitaris, sibuk menjadi bapak dari dua anak dan menjual kemampuan merancang sound untuk banyak pertunjukan seni di Jogja. Yennu Ariendra, selain sebagai gitaris dan penanggung jawab departemen synth pada Melancholic Bitch, juga punya kesibukan utama sebagai komposer dan music director berbagai karya teater, selain juga bermusik bersama Belkastrelka. Richardus Ardita yang bertanggung jawab di departemen Bas juga punya band bernama Shoolinen selain Individual Life, di tengah kesibukannya sebagai web-designer. Septian Dwirima, dikabarkan sedang hiatus dengan musik untuk berkonsentrasi untuk perjalanan spiritualnya. Kabar hiatus ini juga terdengar dari Wiryo Pierna Haris, sebab gitaris ini sedang berada di negeri Paman Sam untuk waktu yang cukup lama. Peta kesibukan personil Melancholic Bitch memang terdengar begitu riuh; tapi ini bukan alasan yang mencegah kita untuk menculik mereka.

Read More

Archipelago Festival 2017 // Merchandise

Bersama Arian13 dan Eric Wirjanata di Archipelago Fest 2017 yang diselenggarakan oleh Sounds From The Corner

Untuk Kru

View this post on Instagram

Pernah berpikir kenapa produksi live band bisa bagus? Pemain band keluar pada waktu yang tepat di panggung, sound terdengar megah, lampu terlihat ciamik, visual oke banget. Itu bukan sulap, bos. Ada orang-orang yang bekerja keras dibalik bagusnya panggung sebuah band atau pertunjukan. Mereka-mereka yang bertanggung jawab di area FOH atau front of house, tempat kontrol produksi tata suara dan lain sebagainya yang mendukung pertunjukan live. Jangan pernah sepelekan orang-orang yang ada dibelakang meja di FOH. Bekerja samalah dengan baik dengan mereka. Kalo kamu belagu, jangan salahin kerjaannya jadi berantakan trus produksi tata suara jadi jauh dari bagus. Meminjam istilah dari negeri seberang, #lovethebandrespectthecrew #cintaibandhargaikru Foto diambil kemarin, ini adalah sound engineer dan lighting operator dari tim @bottlesmoker, @gamamonti dan @zems_mubarok. Yang diujung sana kemungkinan bertanggung jawab atas engga tau apaan tapi pasti penting. Maap, admin belum kenalan. ☺️

A post shared by omuniuum o (@omuniuum) on

Untuk Band

Idea Fest 2017

Catatan Penting

Deugalih Merilis Album Solo Tanah Ini Tidak Dijual

Galih datang di bulan Desember 2016, langsung dengan permintaan untuk kami membantu dia merilis album Tanahku Tidak Dijual. Album ini rilis pada RSD, April 2017.

Pers Rilis

Deugalih Merilis Album Solo Tanah Ini Tidak Dijual

Berjumpa dengan Galih, artinya bertemu dengan energi yang meloncat-loncat. Sebentar dia akan bicara soal rencananya tentang album, lalu berpindah obrolan tentang keinginannya membuat video, pindah cerita lagi soal tema apa yang ingin dia angkat kali ini. Rencananya banyak, semua bermuara pada satu hal, album solo baru yang sedang ia garap, Tanah Ini Tidak Dijual.

Mengangkat tema Tanah, yang merupakan kelanjutan dari tema Air yang ia tuangkan bersama bandnya, Deugalih & Folk dalam album Anak Sungai, kali ini Galih ingin berjalan sendiri dengan nama Deugalih. Proses pembuatan albumnya sudah berjalan selama dua tahun sebelum akhirnya ia merangkum semuanya dalam 14 lagu, direkam dengan cara satu kali take di studio yang menghabiskan waktu hanya dua hari.

“Album ini temanya berat sekali tapi saya ingin membuat ini menjadi sesuatu yang remeh.” begitu katanya. Semua liriknya pendek tapi didalamnya ada begitu banyak cerita dan harapan. Tentang pulang ke kampung halaman, tentang tanah yang selalu menjadi perebutan kekuasaan, modal yang berputar di kota, TKI, Papua, Kendeng, Batang dan banyak lainnya, ada di album ini.

Read More

Perempuan Dibalik Toko Buku, Musik dan Merchandise, Omuniuum.

Wawancara oleh Anto Arief  – Pop Hari ini

Perempuan Dibalik Toko Buku, Musik dan Merchandise, Omuniuum.

Berdiri di Bandung dari tahun 2007. Awalnya Omuniuum hanya menjual buku hingga lama-kelamaan menjual segala sesuatu yang berhubungan dengan musik seperti  CD, kaos, vinyl dan pernak perniknya. Omuniuum kemudian juga merambah menjadi bisnis online dan menjadi salah satu toko buku dan titik distribusi terbesar musik independen lokal dengan jangkauan distribusi paling luas hingga ke pelosok Indonesia bahkan luar negeri. Dibalik Omunium ada sosok pecinta buku dan musik terutama musik metal, Boit. Perempuan yang mendirikan Omuniuum 10 tahun yang lalu ini kemudian menjalankan bisnis ini bersama dengan suaminya di sela-sela mengasuh dua orang putrinya. Simak obrolan Pop Hari Ini dengan Boit dan silahkan kunjungi website Omuniuum di sini

 

Read More

Page 1 of 2

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén