Boit's Blog

life is real

Month: December 2019

Lintasan Pikiran #84646162

Pulang ke kotamu..

Menuntaskan pembicaraan. Menghadiri pernikahan. Meramu cerita. Menjumpai kesedihan. Berpapasan dengan kegembiraan.

Terima kasih untuk selalu menyediakan alasan untuk merayakan hidup.

Sesungguhnya kita memang selalu butuh perlindungan, dari diri kita sendiri.

Klebengski. 30 Des 2019.

Suatu Malam di Kanal HQ

Main ke Jatinangor lagi akhirnya, karena diundang oleh Kongsi Meraki di markasnya mereka, Kanal HQ buat ngobrol bareng Musicomerch yang lagi launching webnya mereka.

Surprisingly fun. Selain tempatnya nggak neko-neko karena dibangun oleh kecintaan mereka sama musik dan juga lingkungan, nggak nyangka juga di Jatinangor ada tempat yang begitu hangat dan menyenangkan. Malah jadi ngiri. Haha.

Sebelum ngobrol ada band-band-an, seudah ngobrol juga masih ada band-band-an. Ngobrolnya? Kalo dari gw sih berbagi tentang omu dan tentunya berharap semoga semua maju biar si Omu makin banyak temennya. Semoga ada manfaatnya kehadiran si gw yang disebut teteh indie ama aa vokalis Geliat.

Semoga semua panjang umur!

Gass.

Sesungguhnya yang paling utama adalah ini tentang bagaimana dulu dua puluh tahun yang lalu, kami; gw dan beberapa teman dari jogja selalu bertukar tulisan dalam selembar kertas. Fast forward ke tahun 2019, kertas itu kembali datang dari kota yang sama, lewat teman yang berbeda.

View this post on Instagram

Malam itu, sesaat sebelum pulang yang kita ketemu tanpa rencana dan tanpa janji sebelumnya. Dua halaman dari buku catatan dirobek dan diserahkan. “Ini kayaknya sesuai dengan kamu, dengan apa yang kalian lakukan. Aku gak bawa apa-apa untuk diberikan soalnya. Ini aja.” Kira-kira seperti itu ucapan mas @faridstevy setelah perayaan yang juga tidak direncanakan, menutup dengan kegembiraan sekaligus mengucapkan janji temu kembali. Dua halaman yang sangat berharga itu entah dibuat kapan, tapi tentu saja bukan dua puluh tahun yang silam ketika pertama kali gw berkenalan dengan banyak teman yang sekarang menjadi keluarga dari kota istimewa. Membawa gw kembali berpikir bahwa memang, sesuai dengan “mengingat bagaimana ini bermula, di saat sesudah sejauh ini jalannya”. Banyak hal yang terjadi dalam beberapa hari ini yang membuat kata terima kasih jadi tidak berkutik kalau bukan dirasa basi saking banyak dan penuhnya kegembiraan yang terjadi. Tapi, kata apa lagi yang tepat selain kata terima kasih? Kertasnya, menggenapkan semua. Liriknya mewakili. Yang gw sangat suka, “berjalan tak seperti rencana adalah jalan yang sudah biasa, dan jalan satusatunya jalani sebaik yang kau bisa”. Matur nuwun sanget, mas. Mengutip kata teman baik yang lain, dari band yang lain, “kalian menggores kami dalam-dalam”. #catatansiboit #menangkapteman #limunasxv • • Foto sekitaran malam ke siang ke malam yang memang tidak semua direncanakan, tapi di gas sekencang-kencangnya. Foto terakhir pinjam pakai dari @rezazulmiy, nuhun! Ada juga foto a @zems_mubarok ga bisa ditag karena cuma bisa ngetag dua puluh orang. Catatan kecil yang tidak pendek tentang #limunasxv bisa dibaca di blog pribadi gw. Linknya ada di profil.

A post shared by Iit Boit (@boit3) on

Lompatan pikiran #537462

Memulai itu bisa jadi hal yang mudah. Merawat dan menjalankannya dengan konsisten adalah hal yang lain lagi.

Catatan Kecil dari #LimunasXV

IFI Bandung, 1 Desember 2019

Foto Dok. Pribadi

Episode 1: The Panturas

Foto oleh: Irfan Nasution @visualbanal

Saya tersenyum kecil melihat The Panturas di panggung. Para penonton terutama di barisan depan sibuk merespon pertunjukan dengan asyik moshing dan bergantian mengangkat temannya untuk melakukan crowd surfing. Sisanya dibarisan belakang tampak menikmati pertunjukan. Teman-teman yang berjaga di FOH sibuk menjalankan tugasnya. Diluar auditorium, orang berlalu lalang. Ada yang baru datang, ada yang menukar tiket, membeli merchandise atau sibuk berbincang dengan kawan-kawannya. Beberapa, ada juga yang menolak masuk karena menunggu giliran band yang mereka suka.

Foto Dok. Pribadi

Merasa puas setelah melihat The Panturas dan para ABK bercengkerama, saya melangkahkan kaki keluar auditorium. Menyapa teman-teman yang datang, memastikan pasokan makanan dan minuman di backstage, lalu nongkrong didepan area auditorium. Tidak lama, teman baik saya yang baru datang menyapa. Saya sapa balik lalu bertanya, “kamu mau nonton gratis atau mau beli tiket?” Dia langsung menjawab, “beli tiket dong”. Saya mengajak mereka ke meja tiket untuk bertransaksi lalu kembali bercanda tawa dengan teman-teman lain.

Tak lama, The Panturas sudah menyelesaikan set panggung mereka. Salah satu kawan yang melangkah keluar auditorium menyempatkan diri untuk berkomentar, “gue baru pertama nih nonton Panturas. Asyik juga ya mereka.” Saya mengiyakan lalu pamit untuk ke backstage untuk mengucapkan terima kasih pada The Panturas. Semua tersenyum lebar. Kuya, drummer Panturas sempat bilang, “seneng teh, produksinya bagus pisan. Suka lighting sama soundnya. Enak banget main.”

Dalam hati, saya membatin, selamat datang ke Limunas. 🙂

Read More

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén