Gue sebetulnya gak bisa jernih kalo ngomongin band satu ini. Karena secara personal, selain kedekatan pribadi, mereka adalah salah satu band (dari banyak yang gue kenal) yang tumbuh bareng dan membentuk banyak hal yang gue kerjain di Omu. Gue coba sebisanya untuk objektif, tapi gak janji. 🀞🏻 Album Seringai Seperti Api ini kalau analoginya masakan, dia punya rasa yang pas. Ngga kurang, ngga lebih. Seringai yang jalurnya tetap pada apa yang gue lihat di keseharian mereka. Keras, (ya namanya juga musik metal) sekaligus juga benar-benar tahu caranya menikmati apa yang mereka kerjakan. Curhat dan bisa jadi marah pada banyak hal tapi gak pake bahasa dan cara yang katro. Pujian ini juga boleh dilempar ke penulis liriknya Seringai, sebagai salah seorang penulis lirik berbahasa Indonesia terbaik di skena ini. Selain itu, yang gue suka dari mereka adalah kepercayaan mereka pada proses dan memikirkan banyak detail yang membuat hasil akhir dari apa yang mereka kerjakan bisa diterima banyak orang, terutama penggemarnya (cung!). Mungkin sama dengan kalau ditanya rasa makanan, yang terkadang orang bilang cuma ada dua kategori, enak dan enak banget. Buat gue, album ini masuk kategori enak banget. Btw ini bukan iklan. Album ini juga gak gue dapat dengan gratis. Gue beli di omu dan baru bisa dengerin penuh seharian ini. Gue adalah penggemar yang beruntung karena bisa terlibat distribusi album ini untuk sampai ke tangan sesama penggemar di seluruh penjuru Indonesia. Kudos, Seringai! 🀘🏻 #sepertiapi #serigalamilitia #seringai #jajandiomu P.S. Sebagai adik, gue cuma agak cemas apakah abang-abang ini mampu membawakan satu album ini secara live, mengingat ehm.. umur.. ehm.. jangan lupa vitamin dan olah raga ya bang-abang.. πŸ€—

A post shared by Iit Boit (@boit3) on