Boit's Blog

life is real

Month: May 2018

Teroris Jancuk!

View this post on Instagram

Dari sejak peristiwa bom bunuh diri terjadi, saya bolak-balik bilang ini rasanya tidak masuk akal. Ibu macam apa yang justru pada hari ibu internasional mengajak anak-anaknya bunuh diri dengan bom dan mencelakakan orang lain? Jawabannya ternyata: yang percaya bahwa dalam agama ada jalan singkat menuju surga. Teroris itu punya agama. Di sini, agama mereka, Islam. Islam yang sama dengan yang kita anut tapi dengan distorsi ajaran yang sudah begitu dalam dan jauh meruntuhkan islam yang rahmatan lil alamin, yang penuh kasih sayang. Siapa yang membuatnya begitu? Kita. Yang dengan mudah memaki orang lain. Dengan mudah menghakimi orang yang berbeda, yang dengan mudah mengkafirkan kaum yang berbeda. Yang membicarakan keburukan orang lain dan dengki pada keberhasilan. Yang tidak pernah protes dan kritis pada ajaran yang salah yang disebarkan oleh ustadz karena ya itu ustadz. Yang acuh dan abai pada susah orang lain karena itu urusan mereka yang penting bukan masalah kita. Yang selalu silau pada surga. Yang lupa bahwa selain mengikuti ajaran agama dan berhubungan dengan-Nya, ada hubungan dengan manusia dan alam yang harus dipelihara. Habluminallah, habluminannas, habluminalalam. Dengan mengatakan bahwa teroris tidak punya agama, sama saja dengan mengakui bahwa kita tidak punya masalah, mencuci tangan dari kesalahan kita sendiri. Bagaimana kita bisa tahu apa obatnya tanpa tahu penyakit apa yang kita derita? #catatansiboit #fakyuteroris #kaloideologiterorisdibiarkanyangmatikitajuga #sedihnyagakkelarkelar Foto pinjam pakai dari situs berita Kumparan.

A post shared by Iit Boit (@boit3) on

Lompatan Pikiran No. 1

Jadi, saya sering sekali menulis di notes handphone, ide-ide kecil atau apapun yang terlintas di kepala. Beberapa bisa panjang tapi lebih sering pendek-pendek, satu atau dua kalimat atau bahkan hanya sapaan yang terlintas dalam pikiran pada orang yang sedang jauh dari saya.

yang ditulis ini sebetulnya bukan lompatan pikiran nomer satu tapi di blog ini, tentu saja ini jadi nomer satu karena ini pertama kali saya menuliskannya.

musik itu tentang ingatan. Sama dengan wangi yang bisa mengingatkanmu pada sosok seseorang, musik bisa membawamu pulang pada satu masa. Mungkin hanya lirik yang sepenggal atau nada atau bahkan wajah-wajah yang kau temui pada sebuah pertunjukan.

Kadang, kita tdak ingin pulang, memang. Tapi coba saja jangan berdendang ketika lagu kesukaanmu berkumandang. Pasti gagal.

Mr. Sonjaya: Cukuplah

Abis diminta bantuan buat nulis pers rilis singlenya Mr. Sonjaya yang baru, Cukuplah..

Mr. Sonjaya: Cukuplah

Kelompok musik folk dari Bandung, Mr. Sonjaya merilis single sebagai bagian dari album baru yang menurut rencana akan rilis sebelum tahun 2018 ini berakhir.

Tembang tersebut diberi judul “Cukuplah”. Berkisah tentang kekuatan cinta abadi dari sosok ibu yang meski tak selalu hadir nyata dan ada, tapi selalu menjadi kekuatan yang selalu hadir dalam titah-titah lembut imajinasi kepala. Tentang kehilangan yang bisa terjadi pada siapa saja, kemunduran mental yang terjadi ketika merasa kalah.

Read More

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén