Tulisan ini dibuat atas permintaan Evan dan Attina ketika mereka hendak berpameran. Rencananya mau dimuat di zine pengantar pameran. Tapi tampaknya zinenya tak jadi.

Yu Me No Machine
sebuah pengantar personal untuk kisah #robotmenikah

Dari awal bertemu Evan dan Attina, saya sudah yakin kalau satu saat mereka akan menikah, tapi kapan, di mana dan bagaimana mereka menikah, baru terjawab tanggal 16 Januari yang lalu. Lengkap dengan segala pernak-pernik yang disukai oleh mereka berdua, dengan suasana yang dibangun sedemikian rupa, sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan berdua.

2007. Ketemu Evan dan Attina di Djamoe cap IKIP 3. Gara-gara naksir barang-barang Recycle Experience. Minta mereka buat titip barang di Omu. Dari situ saya kemudian tahu bahwa mereka punya dua label. Mannequin Plastique untuk aksesoris dan pernak-perniknya lalu Recycle Experience untuk proyek seni daur ulang barang-barang “lost and found” untuk menjadi toys art.

2008. Banyak ikut acara buat buka lapak termasuk Kickfest Gasibu. Yang paling memorable waktu ikut pameran di Unpar, pada saat penutupan pameran, karya Evan dan Attina rusak tidak karuan karena dipindahkan secara terburu-buru. Ketua panitia pameran yang sekarang menjadi biduan lelaki terkenal sempat diomeli panjang pendek oleh kami (saya, evan, attina dan mas trie).

2009. Kickfest pada bulan November adalah event pertama kami bersama tanpa Merry sahabat baik kami yang berpulang terlebih dahulu. Harusnya dia ikut menyaksikan pernikahan Evan dan Attina secara langsung. Tah mer, si Evan jeung si Attina jadi kawin mer. :))

Semacam itulah cara kami bertemu. Dari titipan berjualan, dari acara ke acara, dari satu lapakan ke lapakan lainnya, dari booth ke booth. Cukup lama untuk tahu bahwa mereka berdua akan bisa membuat apa yang mereka cita-citakan sendiri tanpa harus membuntuti Omu lagi dan cukup kenyang dengan jawaban ah, kami gak pacaran kok, setiap kali pertanyaan tentang status hubungan mereka muncul.

Hal itu yang paling lucu dari mereka berdua setiap kali ditanya mereka pacaran atau tidak, jawabannya selalu kesana kemari atau tidak, kami tidak pacaran. Untungnya, mereka jalan dengan saya dan Mas Trie yang tipenya memang tidak ambil pusing dengan status hubungan siapapun yang berurusan dengan kami. Yang Evan dan Attina tidak tahu justru kalau ada teman kami yang lain yang bertanya tentang mereka. “Boit, evan ama tina tuh pacaran ga sih?” Itu biasanya saya jawab pacaran kadang-kadang, engga tau tanya mereka sendiri atau pacaran tapi gak mau ngaku.

Sampai satu saat, ada kabar Evan melalukan lamaran kejutan. Lalu muncul perkiraan tanggalan menikah dan datanglah hari #robotmenikah. Disela-sela itu masih muncul beberapa masalah yang untungnya bisa terselesaikan dan saya bisa bilang kalau mereka sudah menikah pada ibu saya yang bertanya “ieu duaan teh geus kawin?” Ibu saya memang bertanya seperti itu saat mereka berdua menjenguk Tiana, adiknya Bunga.

Jadi kalau kalian melihat dua robot besar berdampingan, ruang tamu yang manis dengan segala pernak-perniknya ingatlah bahwa menuju #robotmenikah ada banyak cerita, banyak perjuangan, mimpi dan modal yang tidak sedikit yang dipertaruhkan terus menerus lewat Recycle Experience. Ada cerita bahwa hidup bersama dengan sahabat baikmu adalah pilihan yang diambil dengan penuh perhitungan sekaligus juga kegembiraan. Selamat menikmati perjalanan bersama Yu Me No Machine, selamat menikmati pameran dan semoga kebahagiaan menyertai kita semua.

Boit
Penghuni Omu. Ibu dari Bunga dan Tiana, berteman baik dengan Evan dan Attina sudah cukup lama untuk tahu dan berani bilang bahwa mereka adalah dua orang yang paling cerewet yang dia kenal diantara teman-teman lainnya.