Oleh: Felix Dass

Di Sudirman Central Business District, Jakarta Selatan, saya bertemu Iit Sukmiati dan Stafianto Trie Juniantoro, dua orang pemilik Omuniuum. Turut bergabung dalam perbincangan, berbagi meja dan dipaksa diam, Adi Adriandi, teman baik kami yang kebetulan memang sedang berada di Jakarta. Iit, dijadwalkan menjadi pembicara di At America, pusat kebudayaan yang masuknya super ribet di salah satu gedung pusat perbelanjaan di kawasan itu. Jakarta sudah sore. Sebelum mewawancarai mereka, perlu waktu lama untuk menyakinkan. “Emang apa lagi sih yang mau elo tahu dari gue?” tanya Iit. Pertanyaan sok iye yang standar tapi sebenarnya retoris.

Kami sering berbicara bisnis. Duo Iit dan Trie punya sumbangsih yang luar biasa pada perkembangan industri musik independen. Mereka adalah retailer yang membantu banyak orang mendistribusikan karya langsung kepada penggemar. Dan kisah mereka, terlampau sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Selamat membaca. Kalau ingin tahu lebih jauh, silakan langsung datang ke toko mereka di Jalan Ciumbuleuit, Bandung. Mereka biasanya ada di toko mulai pukul empat sore. Oh, dan for the record, tidak mudah membuat Trie berbicara panjang lebar tentang bisnisnya. Rasanya, lebih mudah mengobrol tentang perkembangan industri pornografi atau pengunduhan ilegal.

Tahun 2016 ini Omuniuum sudah berapa sih usianya?

Boit (B): Di Ciumbuleuit berarti tahun ke sembilan.

Tahun ke sembilan, sudah berdikari? Elo mulai merasakan kesuksesan finansial tuh di tahun ke berapa?

B: Kesuksesan finansial, turn overnya sih kalau buat gue 2012.

 

Itu berarti empat tahun yang lalu?

B: Iya. Jadi 2012 itu ketika awalnya Komunal pas nitip CD Gemuruh Rock Pertiwi yang pengennya cuma di Omuniuum doang. Meskipun sebetulnya kita yang, “Bener nih?” Tapi band-nya yang mau, kitanya yang malah, “Eh beneran nih serius?”Begitu beneran dijalanin terus kayak kaget sendiri sama hasilnya.

Nah itu berapa sih? Empat ratus? Eh berapa ratus copy sih?

B: Berapa? Berapa ya mas? Lima ratus, ya? Lima ratus dalam sebulan. Bikinnya mah seribu.

Tapi akhirnya semua abis juga kan? Semuanya lewat Omuniuum?

B: Enggak semuanya. Sebulan pertama cuma di Omuniuum aja. ​

Trie (T): Iya. Karena dia blablabla ke Pekanbaru yang sama ke tokonya temen atau apa gitu kan. Jadi suka ngirim sepuluh atau dua puluh gitu. Sisanya mah terserah.

Read More