Siang hari ini, di sela-sela rutinitas harian membaca linimasa di twitter, saya dikejutkan oleh linimasa @fajarjasmin yang bercerita tentang anaknya yang tiba-tiba tidak bisa masuk SD karena dia, ayahnya adalah seorang pengidap HIV. Padahal sebelumnya anaknya sudah di terima di SD tersebut. Tadinya, dengan niat baik, mereka memberitahu pihak sekolah kalau ayahnya punya penyakit HIV untuk mencegah anak-anak lain mem-bully atau mencelanya. Niat baiknya berakhir buruk. Penerimaannya di cabut. 🙁

Saya jadi ingat almarhum teman laki-laki saya, dulu sekitar tahun 2007-2008 dia sempat bekerja di Omuniuum juga. Tak ada yang luar biasa dari dia kecuali piercing dan tatonya yang memang banyak. Anaknya riang. Penuh semangat. Tak ada yang aneh. Setelah beberapa waktu, tiba-tiba dia mengajak saya dan #3 partner saya ngobrol serius.

Read More